Tradisi Nyekar jelang lebaran, wujud bakti generasi masakini pada para leluhur

Administrator 31 Maret 2025 22:16:09 WIB

REJOSARI (KabaRe) - Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Jawa memiliki tradisi yang kental, yaitu ziarah kubur atau yang dikenal dengan istilah "nyekar". Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan refleksi diri bagi keluarga yang masih hidup.

Nyekar berasal dari bahasa Jawa yang berarti menaburkan bunga di makam. Praktik ini dilakukan dengan mengunjungi makam keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia, membersihkan area makam, menaburkan bunga, serta mendoakan arwah mereka. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai pengingat akan kehidupan setelah mati dan pentingnya introspeksi diri.

Tradisi nyekar biasanya dilakukan pada dua momen penting: menjelang Ramadan dan sebelum Idul Fitri. Menjelang Ramadan, nyekar dilakukan sebagai persiapan spiritual memasuki bulan suci, sementara sebelum Idul Fitri, tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi keluarga dalam menyambut hari kemenangan. 

Tradisi nyekar menjelang Ramadan dan Idul Fitri di Jawa merupakan perpaduan harmonis antara ajaran Islam dan budaya lokal. Praktik ini tidak hanya mempererat hubungan antar anggota keluarga, tetapi juga memperkuat kesadaran spiritual dan penghormatan kepada leluhur. Dengan memahami makna dan sejarahnya, diharapkan tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (ES)

 

Sumber : KIM Sempu Kidul

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung