Ngapem,tradisi sarat makna jelang Hari Raya Idul Fitri

Administrator 29 Maret 2025 18:58:38 WIB

REJOSARI (KabaRe) - Ada tradisi di masyarakat Jawa yang selalu dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, yakni tradisi "Ngapem" atau membuat kue apem. Para ahli mengatakan apem berasal dari bahasa Arab, yaitu afuan/afuwwun yang artinya ampunan.

Dalam filosofi Jawa, kue ini merupakan simbol permohonan ampun atas berbagai kesalahan layaknya orang Islam yang memohon atau meminta maaf di hari raya idul Fitri. Dari istilah Afuan atau afuwwun, lidah orang Jawa menyebutnya dengan apem.

Apem merupakan kue wajib saat ritual adat dalam tradisi Jawa. Kue apem terbuat dari tepung beras dan santan kelapa, sehingga berwarna putih bersih dengan rasa manis dan gurih. 

Makna apem dalam tradisi Lebaran 
• Lambang permohonan maaf kepada Allah SWT dan sesama;
• Simbol ampunan dan memaafkan antara sesama tetangga maupun sanak saudara;
• Simbol harapan agar masyarakat senantiasa diberikan kehidupan yang sejahtera dan makmur
• Simbol kebahagiaan bersama
• Simbol hati yang terbuka untuk merangkul perdamaian dan kesatuan di tengah perbedaan.

Menyadari makna dan filosofi "Ngapem" yang begitu dalam perannya dalam tradisi budaya leluhur, masyarakat di Kalurahan Rejosari senantiasa menjaga budaya ini agar senantiasa lestari serta bisa diteruskan dari generasi ke generasi.(ES)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung