Hari Jadi DIY ke 270, Makna dibalik tagline Jogja Tumata Tuwuh Ngrembaka
Administrator 13 Maret 2025 16:18:46 WIB
Pada tanggal 13 Maret 2025, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merayakan Hari Jadi ke-270 dengan penuh kebanggaan dan makna mendalam. Mengusung tema “Tumata, Tuwuh, Ngrembaka”, peringatan kali ini tidak hanya menjadi momen refleksi atas usia panjang DIY, tetapi juga simbol perjalanan transformasi yang mengakar pada nilai budaya, harmoni, dan kebersamaan masyarakatnya.
Tumata: Kehidupan yang Tertata dan Selaras
“Tumata” mengandung makna tertata, sebuah fase yang mencerminkan kehidupan masyarakat DIY yang selaras dengan akar budaya serta pemerintahan yang harmonis dengan rakyatnya. Pemerintahan yang baik, dalam konteks ini, bukan sekadar soal aturan yang tertib, melainkan bagaimana kebijakan dan tata kelola mampu berdetak seirama dengan denyut kehidupan rakyat. Dari tradisi luhur hingga keseharian masyarakat, Yogyakarta terus menjaga keseimbangan antara warisan budaya dan dinamika zaman. Tumata menjadi fondasi kokoh yang membawa DIY melangkah ke tahap berikutnya.
Tuwuh: Pertumbuhan Berbasis Jati Diri
Dari keteraturan yang telah dicapai, DIY melangkah menuju “Tuwuh” atau pertumbuhan. Namun, pertumbuhan di sini tidak hanya diukur dari capaian ekonomi semata. Tuwuh mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat untuk memperkuat daya saing tanpa kehilangan jati diri. Jogja, sebagaimana sering disebut, tidak hanya bertambah usia, tetapi bertumbuh dengan nilai-nilai yang mengakar kuat. Seni, budaya, pendidikan, dan semangat gotong royong menjadi pilar-pilar yang membuat Yogyakarta tetap istimewa di tengah arus modernisasi. Pertumbuhan ini adalah bukti bahwa DIY mampu beradaptasi sambil tetap setia pada identitasnya.
Ngrembaka: Perkembangan Inklusif dan Berkelanjutan
Puncak dari perjalanan ini adalah “Ngrembaka”, fase perkembangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ngrembaka menegaskan bahwa kemajuan bukanlah milik segelintir orang, melainkan hak dan tanggung jawab seluruh masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan. Seperti hutan yang tumbuh subur dari keberagaman pohon, DIY berkembang dari kekayaan ide, aspirasi, dan partisipasi semua elemen masyarakat. Dalam semangat ini, Yogyakarta menjadi teladan bahwa kemajuan sejati adalah ketika semua pihak—dari warga biasa hingga pemangku kebijakan—berjalan bersama menuju masa depan yang lebih baik.
Jogja Istimewa: Lebih dari Sekadar Usia
Hari Jadi ke-270 ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari perjalanan panjang yang penuh makna. Yogyakarta terus menginspirasi sebagai daerah yang mampu memadukan tradisi dan inovasi, keteraturan dan kreativitas, serta kebersamaan dan kemajuan. Tema “Tumata, Tuwuh, Ngrembaka” menjadi pengingat bahwa DIY adalah rumah bagi keberagaman yang hidup harmonis, tempat di mana budaya menjadi nafas, dan masyarakat menjadi kekuatan.
Selamat Hari Jadi ke-270, Daerah Istimewa Yogyakarta! Semoga semangat Tumata, Tuwuh, dan Ngrembaka terus membawa Jogja menuju masa depan yang semakin istimewa, inklusif, dan berkelanjutan.
Sumber : labkes.jogjaprov.go.id
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Syawalan akbar warga Ngadipiro Kidul, Desa Prima Puspita didaulat jadi vendor konsumsi
- Matangkan persiapan halal bihalal, warga Ngadipiro Kidul gelar gladi bersih
- Berpulang ke Rahmatullah, mantan staff Jawatan Tata Praja Kapanewon Semin
- Pemerintah Kalurahan Rejosari mengucapkan Selamat Idul Fitri 1446 H
- Pagelaran wayang semalam suntuk, meriahkan Halal Bihalal warga Ngadipiro Lor
- Halal Bihalal warga dusun dan perantauan Ngadipiro Lor berlangsung meriah
- Idul fitri di Bedil Wetan, jamaah padati Masjid Al Hidayah